Menikmati Little Kyoto di Inna Tretes Prigen
Wednesday, June 13, 2018
Spontaneity is the best kind of adventure - anonymous
Pagi itu, kami sedang dalam perjalanan mau nganter para krucil berenang ketika saya iseng membuka-buka applikasi OTA di smartphone. Hehehe isengnya saya ya begini ini. Suka iseng cari-cari tiket entah kemana. Nyari doank loh ya, belinya mah kagak... 😁😁
Nah pagi itu ada notifikasi bahwa salah satu hotel inceran saya lagi turun harga. Saya memang mengaktifkan fitur Best Price Watch yang ada di applikasi Traveloka. Jadi setiap ada perubahan harga dari hotel yang saya incar, saya selalu dapat notifikasinya. Informasi tentang apa itu Best Price Watch pernah saya tulis di sini.
Saya tunjukin notifikasi itu ke suami. Dan jawabannya singkat aja, "ayo lo.."
Sambil cengengesan, saya menoleh ke jok belakang, "mau nginep di hotel gak? Ada kolam renangnya kok.." Duo krucil, Reva dan Lala langsung kompakan menjawab, "mauuuuu.."
Ok sipp. Saya buru-buru booking kamar untuk hari itu. Mumpung kamar dengan harga inceran saya masih ada. Inilah enaknya hidup di jaman sekarang. Semuanya bisa diselesaikan cukup dengan scroll-scroll dan klak-klik layar smartphone. Dalam hitungan menit, semua beres.
Kami pun bergegas meluncur ke rumah mertua saya di Kebraon untuk menjemput ponakan sekalian mengambil kartu tol. Gak perlu rempong ama urusan baju ganti, karena semua udah ada di mobil. Rencananya tadi, setelah berenang kami bakal nginep di Kebraon. Jadi ya emang udah siap baju ganti.
Jalur Nostalgia
Perjalanan Surabaya-Tretes hari itu cukup lancar meski kami tidak lewat jalan tol karena kartu tol terbawa oleh kakak ipar. Sambil jalan kami sudah coba singgah di setiap indomaret yang kami temui, tapi sepertinya hari itu semua indomaret kompak kehabisan stok kartu tol. Mau beli di bank lebih gak mungkin karena itu hari Sabtu. Jadi ya terpaksa lewat jalur biasa. Untung aja macetnya gak parah-parah banget.
Sepanjang jalan anak-anak juga hepi. Mereka tertawa-tawa dan bernyanyi riang. Rencana dadakan seperti ini selalu bikin saya bersemangat. Saya jadi senyum-senyum sendiri melihat jalanan yang kami lewati. Jalanan ini pernah sangat saya akrabi. Waktu jaman SMA, hampir setiap akhir pekan saya lewat jalan ini kalo mau mendaki Gunung Welirang. Pendakian yang tak selalu berakhir di puncak, karena kami lebih memilih nongkrong bareng anak-anak cagar di pos 1 atau yang lebih dikenal dengan nama Pet Bocor.
Lanjut ke jaman kuliah, saya masih sering lewat jalan ini. Terutama kalo lagi bolos kuliah dan iseng pengen ganti suasana ngopi. Ya pilihan kami jatuh pada ngopi di warung-warung tenda yang ada di sekitar Hotel Surya, yang merupakan titik pendakian ke Gunung Welirang. Saya bolos kuliahnya rame-rame 😅😅😅
Hotel Inna Tretes Prigen
Sudah lewat tengah hari ketika kami sampai di tujuan, Hotel Inna Tretes Prigen. Udara sejuk khas pegunungan langsung memeluk tubuh. Maklum saja, karena hotel ini memang berada di ketinggian 2700 mdpl dan dikelilingi Gunung Welirang juga Gunung Penanggungan. Saya segera menyelesaikan urusan check-in. Setelah beres, seorang staff hotel mengantar kami menuju kamar yang kebetulan lokasinya memang agak di bawah. Kamar-kamar di Inna Tretes ini memang dibangun mengikuti kontur tanahnya yang berbukit-bukit.
Menuju lobi hotel
Kamar tipe standard yang kami tempati luas banget. Sayangnya perabotan di kamar sudah tua dan terlihat agak kusam. Keramik di kamar mandi ada yang pecah. Di dalam kamar tidak disediakan teko listrik. Padahal di tempat dingin seperti ini paling asik kalo bisa menyeduh minuman panas untuk dinikmati di teras kamar sambil menikmati suasana pegunungan.
Tampak depan kamar kami. Suasananya seperti kompleks perumahan jadul yak 😀
Kamarnya luas
Kamar mandi
Little Kyoto ala Prigen
Hotel Inna Tretes ini sebenarnya hotel lama, tapi diberi sentuhan kekinian. Salah satu yang jadi spot favorit adalah Little Kyoto. Jujur aja, salah satu yang bikin saya penasaran ya Little Kyoto-nya ini.
Sesuai namanya, Little Kyoto ala Inna Tretes ini dibuat bernuansa Jepang. Ciri khasnya adalah Torii, yaitu gerbang tradisional Jepang yang sering ditemukan di pintu-pintu masuk kuil Shinto. Yang menarik, dari tengah-tengah Torii, kita bisa melihat landscape Gunung Penanggunan. Yaa.. anggep aja itu Gunung Fuji, hehehe...
Sesuai namanya, Little Kyoto ala Inna Tretes ini dibuat bernuansa Jepang. Ciri khasnya adalah Torii, yaitu gerbang tradisional Jepang yang sering ditemukan di pintu-pintu masuk kuil Shinto. Yang menarik, dari tengah-tengah Torii, kita bisa melihat landscape Gunung Penanggunan. Yaa.. anggep aja itu Gunung Fuji, hehehe...
Anggap saja itu Gunung Fuji, yes.. 😀
Penampakannya kalo malam
Selain Torii berlatar Gunung Fuji Penanggungan, ada juga jembatan kecil berwarna merah yang di bawahnya ada kolam penuh ikan koi. Suara gemericik air kolam dan air terjun mini di sudut lain taman bener-bener bikin suasana di Little Kyoto itu jadi lebih menyenangkan. Keberadaan rumah khas Jepang dengan lampion-lampion yang tergantung di terasnya semakin melengkapi nuansa Jepang ditawarkan hotel ini.
Japanese garden
Para krucil
Goa Jepang
Selain Little Kyoto, di Inna Tretes juga ada goa peninggalan jaman Jepang loh. Lokasinya tidak jauh dari lobi dan restoran hotel. Kami sempat melihat-lihat goa ini. Menurut salah seorang staff yang kami tanyai, goa Jepang ini kalo ditelusuri bisa tembus sampai ke kawasan Air Terjun Kakek Bodo. Tapi sampai sekarang sih, belum ada yang mencobanya. Mungkin kamu berminat untuk jadi orang pertama yang mencoba? *grin..
Tangga menuju Goa Jepang
Meski pada pintu goa terdapat tulisan Goa Jepang 1943, namun relief pada bagian luar goa terlihat seperti baru. Katanya sih memang baru habis direnovasi, plus ditambah penerangan untuk menarik pengunjung. Yaa mungkin biar kesannya gak horror-horror banget gitu..
Fasilitas Hotel
Untuk fasilitasnya terbilang lengkap. Selain spot Little Kyoto dan Goa Jepang yang sudah saya sebutin tadi, di hotel ini juga ada taman bermain anak dan kolam berenang. Kolam berenangnya ada yang untuk dewasa, ada juga kolam renang anak-anak. Para krucil yang dari awal niatnya mau berenang, pada teriak-teriak kedinginan. Dan akhirnya mereka menyerah untuk sore itu. Tapi tetep, besok paginya ya mereka berenang lagi.
Kolam renang dewasa
Kolam renang anak-anak
Resto, cafe, mushola, meeting room, dan lapangan tenis adalah fasilitas lain yang juga dimiliki hotel ini. Liburan di sini cukup menyenangkan. Karena selain fasilitas hotelnya terbilang lengkap, suasananya juga enak. Sejuk dan asri. Mau jalan-jalan di sekitar hotel, ada Air Terjun Kakek Bodo dan Air Terjun Putuk Truno.
Cafe
Tempat bermain anak
View dari resto
Taman
Malam harinya kami melipir ke arah Hotel Surya untuk menikmati suasana malam di Prigen sekalian cari makanan yang anget-anget. Di tempat adem begitu, paling enak makan bakso, ngemil jagung bakar, sambil ngopi. Bener gak?
Lama gak main-main kesini, ternyata suasananya tak banyak berubah. Hanya saja sekarang jauh lebih ramai. Ya ramai penjual, ramai pengunjung juga. Saking ramenya, kami sampai kudu parkir kendaraan jauh ke atas. Abis makan, balik ke mobil udah laper lagi jadinya, hehehe.. Tapi gpp, kan kami udah siap dengan berbungkus-bungkus stok camilan buat temen malem-malem nonton TV atau sambil nongkrong di teras kamar.
Liburan tanpa rencana kali ini tetap menyenangkan seperti biasanya. Para krucil hepi karena punya pengalaman baru lagi untuk diceritakan ke kakek neneknya, juga teman-teman sekolahnya. Dan saya? Tentu gak kalah hepi, karena jadi ada bahan untuk ditulis di blog ini 😀😀😀
Hotel Inna Tretes ⭐⭐⭐
Jalan Pesanggrahan No. 2 Tretes - Prigen, Pasuruan, Jawa Timur 67157
Hotel Inna Tretes ⭐⭐⭐
Jalan Pesanggrahan No. 2 Tretes - Prigen, Pasuruan, Jawa Timur 67157
16 komentar
Pertama kali liat gak percaya ini di Indonesia, cakep banget kakkkkk! Jadi pengen deh main main ke sana :3
ReplyDeleteIya.. Little Kyoto ini yang bikin penasaran. Secara, belum kesampaian ke Jepang beneran. Jadi pemanasan dulu di sini, hehehe..
Deletepemandangan gunungnya jadi macam lukisan gitu kak. cakep betul.
ReplyDeletehawa dingin berenang? outdoor lagi.. waaaaa.. brrrrrrr
Hihihi iya, tapi bocah-bocah pada betah aja yaa.. 😀😀😀
DeleteNuansa Kyoto-nya dapat. Rumah Jepang itu seru ya keliatan dari depan. Apalagi menyatu dengan alam!
ReplyDeleteHehehe anggep aja pemanasan sebelum ke Kyoto beneran ya 😀😀
DeleteWah baru tahu... Seru ya hotelnya... Kirain tadi bener 2 di Japan lho... Rupanya di jawa.... Keren tempatnya
ReplyDeleteKeren ya.. Waktu aku posting di igstory juga temen2ku pada ngira aku lagi di Jepang 😀😀😀
DeleteJepang ala ala yang asik untuk kabur sejenak
ReplyDeleteBener banget kak.. Apalagi ini lokasinya cukup deket ama rumah ortu
DeleteWaaaa, saya baru tau kalau di Jatim ada kayaaaaaak miniatur kyoto gitu-gitu. Di hotelnya lagi, ya kan? duuuuh, keren juga yak :D
ReplyDeleteHehehe, kalau belum sanggup ke Kyoto, ke Inna Tretes pun jadi. Nggak papa nggak ada teko listrik, selama ada room service.
ReplyDeleteTori dengan latar gunung itu jadi frame foto Instagram yang apik!
Interior hotelnya sih biasa aja ya,, karena emang hotel jadul gitu.. Tapi penataan taman ala-ala kyoto dengan latar gunung "fuji"nya cakep bener eeeuyy..
ReplyDelete-Traveler Paruh Waktu
Meski jadi ga indonesia banget tapi kalo ga inovasi ya bisa kalah sama hotel lain ya. Pemandangannya ke gunung memang jadi brasa di Jepang. Komplit pula ada kolam renangnya
ReplyDeleteBoleh tidak kalau kita hanya menikmati kolam renangnya saja....klo boleh untuk tiket kolam renangnya saja berapa...thx 🙏🙏🙏
ReplyDeleteWah pemandangan nya bagus banget ya , mirip kayak pemandangan komik2 di mangafast.net
ReplyDelete