Satu hal yang paling menyenangkan tinggal di daerah kepulauan itu adalah banyaknya pulau-pulau cantik yang antri menunggu giliran untuk disinggahi. Di Batam sendiri, ada sekitar 300 pulau, baik yang berpenghuni maupun pulau kosong. Dan dari 300 pulau itu, belum ada setengahnya yang sudah pernah saya kunjungi. Jadi gak heran, apabila saya selalu excited kalau ada kesempatan untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut. Pulau Air Raja salah satunya.
Batam termasuk salah satu dari sembilan titik di wilayah Indonesia yang diresmikan sebagai Jalur Samudera Cheng Ho. Delapan titik lainnya adalah Banda Aceh, Belitung, Palembang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Jalur Samudera Cheng Ho di Batam baru diresmikan pada tanggal 22 Februari 2015 yang lalu oleh Menko Kemaritiman Bapak Dwisuryo Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Bapak Arif Yahya.
Jejeran roti beraneka bentuk dan rupa yang tertata manis di atas rak sungguh merupakan sambutan yang hangat dari Kez's Bakery & Restaurant sore itu. Aroma yang menguar dari aneka roti, ditambah dengan penataan ruang yang aduhai, pasti akan membuat siapa pun mendadak merasa lapar seketika. Tak terkecuali kami sekeluarga.
Miniatur Rumah Gadang di Golden City
True friends are never apart. Maybe in distance, but not in heart - anonymous
Pada tau pecel lele kan? Dulu, waktu saya masih bocah yang imut, lucu dan menggemaskan, pas pertama kali ngeliat tulisan menu pecel lele terpajang di warung-warung tenda pinggir jalan, yang ada di bayangan saya adalah nasi pecel dengan lauk ikan lele goreng. Sampai waktu pertama kali diajak mama makan pecel lele saya merasa bingung. Bayangan saya tentang pecel lele pun buyar. Mana pecelnya? Ini kan lele goreng ama sambel terasi plus lalapan?
Satu lagi yang bikin saya terpesona di Dusun Sade selain cerita tentang kawin culik dan kotoran kerbau, yaitu kain-kain tenun cantik yang berwarna-warni. Di Dusun Sade kami juga diajak melihat langsung proses pembuatan kain tenun khas Lombok. Di sini, aktifitas menenun kain yang dilakukan oleh para wanita suku Sasak menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan. Sambil memperhatikan betapa terampilnya para wanita ini memainkan jemarinya menenun helaian benang, mata kita juga akan dimanja oleh jejeran kain-kain yang sudah jadi. Cantik.